Cari Blog Ini

Rabu, 13 Februari 2013

BONEKA BISA MENANGIS

Wah, Boneka Jepang Ini Bisa Menangis

Boneka ajaib ini adalah ciptaan terbaru perusahaan mainan Tomy.


Yume-Chan boneka yang bisa menangis

VIVAnews - Siapa yang tak suka dengan boneka? Jenis permainan yang satu ini memang kerap menjadi idola bagi anak-anak.
Bentuk boneka pun semakin bervariasi. Baru-baru ini, sebuah perusahaan mainan di Jepang telah menciptakan boneka yang bisa menangis.

Ya, boneka yang diberi nama Yume-chan ini mengeluarkan air mata, seolah dia benar-benar merasa kesakitan ketika lengannya disuntik.

Seperti dilansir dari situs Mirror.co.uk, boneka ajaib ini adalah ciptaan terbaru perusahaan mainan Tomy dan telah didemonstrasikan pada sebuah pameran mainan di Tokyo, Selasa 31 Januari 2012 waktu setempat. Tomy berencana untuk memasarkan boneka yang menyerupai anak perempuan itu pada bulan Juni.

Berbicara tentang boneka, awal bulan ini perusahaan boneka Toys'R'Us telah memicu kemarahan para orangtua di Amerika Serikat dengan menjual boneka yang tampaknya berkata-kata tak sopan pada anak-anak.

Toys'R'Us berniat untuk tetap menjual boneka tersebut. Namun mereka menawarkan kemungkinan untuk menukar ucapan yang ada di boneka tersebut pada pembeli

Bule keliling dunia demi makan sereal Enak!!!

GILAA...!!DEMI MAKAN SEREAL ENAK
Mick Hobday dan sereal lokal di Sahara (Foto: Dailymail)
Mick Hobday dan sereal lokal di Sahara (Foto: Dailymail)
Seorang pencinta sereal rela menghabiskan uang sekira Rp562 juta untuk berkelana keliling 60 negeri. Tujuannya hanya satu, mencari sereal yang rasanya sempurna!

Pria bernama Mick Hobday telah menghabiskan 4.000 mangkuk sereal selama perjalanannya mengelilingi lima benua. Perjalanan mencari sereal yang menurutnya memiliki rasa sempurna ini telah dilakukannya selama 10 tahun. Meski begitu, pencariannya tak lantas berhenti, karena hingga saat ini dia terus mencari sereal yang diinginkan. Rencananya, ia akan mengunjungi India pada akhir 2013.

Kecintaan Mick terhadap sereal sudah dimulai sejak masih kecil. Dia sudah mulai menikmati sereal sebagai menu sarapan pada usia 10 tahun. Namun, seiring berjalannya waktu, dia pun tak hanya menyantap sereal saat pagi, juga saat siang dan malam hari.

“Aku hidup untuk berpergian, aku pun ingin mengunjungi setiap negara di dunia. Oleh karena itu, aku gabungkan kecintaan pada sereal dengan hobi jalan-jalan untuk menemukan sereal yang sempurna,” kata Mick, seperti dilansir DailyMail, Senin (11/2/2013).

Menurutnya, sereal yang sempurna haruslah renyah, berwarna cenderung gelap, dibuat dari bahan-bahan organic, dan lebih baik lagi jika produk tersebut merupakan buatan lokal sebuah negara. Sebanyak 60 negara telah dikunjungi Mick untuk mencari sereal sesuai keinginannya. Namun, katanya, sereal yang dia dapatkan di Asia dan Afrika cenderung mengecewakan. Sereal-sereal tersebut cepat hancur saat dicampur dengan susu.

“Saya selalu mencari kota terdekat untuk membeli sereal. Dan, biasanya saya akan memilih produk lokal. Namun sayangnya, beberapa yang pernah saya coba tampak pucat dan gampang hancur saat ditambahkan susu. Sangat mudah untuk membandingkan kualitas sereal antara negara maju dan negara berkembang,” lugasnya.

Negara-negara yang pernah dia kunjungi, antaran lain Inggris, Spanyol, Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Belgia, Meksiko, Beliza, Guatemala, Honduras, Nicaragua, Costa Rica, Peru, Ecuador, Brasil, Bolivia, Argentina, Skotlandia, Uruguay, Paraguay, Chile, Colombia, Irlandia, Monaco, Italia, Vatikan, San Marino, Slovenia, Austria, Republik Ceko, Jerman, Puerto Rico, Kanada, Yunani, Albania, Montenegro, Kroasia, Thailand, Laos, Kamboja, Malaysia, Singapura, Brunei, Indonesia, Vietnam, Maroko, Sahara, Mauritania, Mali, Senegal, Gambia, Mesir, Swiss, Liechtenstein, Portugal, Turki, Bulgaria, Macedonia, Kosovo, dan Bosnia.

Tak lupa, Mick mengabadikan dirinya di setiap negara dengan pose tengah menyantap sereal lokal. Dia berfoto di depan landmark setiap negara. Mick pernah mengunjungi Indonesia, sayang penilaian yang dia berikan kurang sempurna. Menurutnya, sereal sereal di Indonesia begitu murah dengan perpaduan susu yang kurang enak pula.

Pulau Boneka Mexico "La Isla de la Munecas"


Misteri Pulau Boneka di Meksiko

(foto:  beye-beyeblog.blogspot)
BONEKA biasanya adalah hal yang menyenangkan dan lucu. Tapi tidak demikian dengan boneka-boneka yang terdapat di pulau ini. La Isla de La Munecas, bahasa Spanyol yang artinya Pulau Boneka.

Pulau yang terletak di daerah Meksiko ini cukup menyeramkan, karena di pulau ini terdapat ribuan boneka yang tergantung secara menyeramkan di pohon-pohon.

Boneka tersebut tidaklah lucu melainkan menyeramkan, bahkan ada di antara boneka tersebut yang tergantung termutilasi.


Pulau angker ini terletak di sebuah kanal di selatan Mexico City. Orang Spanyol menyebutnya, "La Isla de la Munecas". Cerita-cerita yang berkembang tentang pulau ini berbau mistik dan takhayul. Anehnya itu justru menarik orang datang ke sana.

 

Unik dan menyeramkan! Itulah kesan setiap pengunjung yang datang ke sana. Hampir semua pohon yang tumbuh di sana digantungi boneka-boneka yang tidak utuh lagi. Sejumlah wisatawan melaporkan, mereka merasa tidak nyaman ketika berkunjung ke sana. Seolah-olah ada mata yang selalu mengawasi ke mana pun mereka bergerak. Bulu kuduk bolak-balik merinding.
 
 


Konon, dulunya pulau itu merupakan kediaman seorang pertapa bernama Don Julian Santana. Meski ia telah menikah, namun entah kenapa dia memilih menghabiskan 50 tahun hidupnya menyendiri di pulau ini. Kabarnya, Don Julian mengaku, ia selalu dihantui oleh hantu gadis kecil yang tewas tenggelam di salah satu kanal di sekitar pulau. Beberapa orang mengatakan, Don Julian inilah yang menaruh boneka-boneka itu, menggantungnya di sekitar rumahnya dengan maksud menenangkan roh bocah cilik yang terus menerus meneror hidupnya.






Ironisnya, Don Julian Santana ditemukan tewas oleh keponakannya pada tahun 2001 Dia meninggalkan dunia luar untuk menyepi di pulau yang terletak di lokasi kanal tempat di mana bocah itu tewas tenggelam. Kini Pulau Boneka itu menjadi kawasan wisata paling aneh di dunia. Dia pun mulai menggantungkan boneka yang ditemukannya di setiap tempat sampah di pohon pulau tersebut. Dia mendedikasikan lima puluh tahun terakhir hidupnya dengan membuat La Isla de la Munecas.

Dia mengaku melakukan hal tersebut untuk menenangkan arwah bocah tersebut. Hingga akhirnya, ribuan boneka tergantung di ratusan pohon pulau tersebut hingga akhirnya dinamakan Pulau Boneka.

Pulau tersebut selama bertahun-tahun terlupakan, karena sulitnya mencapai pulau tersebut. Hingga akhirnya tahun 1990 sebuah program membersihkan kanal pemerintah Meksiko untuk membuka jalan bagi gondola Meksiko yang disebut trajineras guna melewati pulau.

Julian sendiri kemudian ditemukan tewas tenggelam pada 17 April 2001. Akan tetapi, keluarganya tetap menjaga terus pulau tersebut dengan memperoleh sumbangan dari para pengunjung.


Sejumlah turis mengaku mereka mendapat bisikan-bisikan aneh dari boneka-boneka itu ketika menginjakkan kaki di pulau itu. Bisikan seperti desiran angin itu seolah mengatakan, anda harus membawa hadiah bila datang ke sana. Hadiah itu untuk menenangkan jiwa mereka.







Di pulau ini tidak ada aliran listrik ataupun air. Telepon selular pun tidak mendapatkan sinyal di pulau ini, karena pulau ini terletak di pedalaman Xochimilco, Kota Meksiko.

Untuk sampai di sana, Anda dapat naik "trajinera" dari Cuemanco Pier dan meminta untuk dibawa ke sana. Perjalanan ini menempuh waktu 2 jam, dan selama perjalanan Anda dapat menikmati pemandangan indah Xochimico